Saat tersadar bahwa aku sudah melewatkan hal yang penting, aku segera berdoa, karena hanya itulah satu-satunya kekuatanku untuk tetap tegar meski yang kuhadapi bukan hal yang mudah.
Aku bukan remaja lagi, pikirku setelah aku mengingat tanggal dan tahun aku dilahirkan. Seharusnya aku bersikap dewasa sekarang. Namun godaan yang kutemui pun tak ringan, aku sadar aku berada dalam situasi yang sulit saat ini. Kupikir masaku akan terus berlanjut. Masa penuh keceriaan, itulah yang kusebut dengan masaku.
Oh, dalam dua minggu panjang yang kurasakan, benar-benar banyak hal penting yang telah terlewatkan dan lebih banyak pula yang sia-sia, oke well, mungkin memang sepantasnya begitu, tapi yang aku sesalkan sampai tak bisa kumengerti hingga saat ini adalah,
My God, betapa lelahnya aku berpikir, betapa tak bersemangatnya aku saat menyadari hal itu, betapa selama ini aku dzalim terhadap hal hal yang kuacuhkan.
Rabb.. mungkin saatnya akan tiba. Saat dimana akan aku ungkapkan semuanya sebagai seorang wanita yang ingin berusaha seperti para pendahulunya, sebagai wanita yang ingin meneladani seorang Siti Khadijah, ataupun Aisyah, istri daripada lelaki mulia Rasulullah SAW. Ampuni aku Rabb.. atas segala kelalaianku dalam berpikir, dalam memahami, dalam memilih jalan yang tak seharusnya kutempuh.
Insya Allah, akan kuakhiri semuanya dengan tegar seperti saat aku memulai penuh kejahiliyah-an.
Ya Allah, Engkau satu-satunya pemilik hatiku, jangan Kau biarkan alang ini menodai kesucian cintaku pada-MU... Amiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar