Ini cerita bukan sekadar cerita. Ini penuh dengan romantika kehidupan, tapi bukan hanya sekadar romantisme kesadaran palsu, ataupun romantisme ilusi lho. Ini semua cerita indahnya kita para pemilik mimpi dan cita-cita besar, ciee. Mungkin tidak semua orang bisa mengerti, tapi ya lah tidak ada salahnya kawan kalian membaca coretan ini. Aku ingin mengatakan bahwa ini adalah sebuah tulisan, tapi beh malunya minta ampun kalau aku mesti bilang ini sebuah karya, ssst masalahnya adalah salah satu tokoh dalam cerita ini seorang penulis besar men! Penulis besar! Nanti akan aku ceritakan belakangan. Well, mari kita simak.
Berawal dari sebuah cita-cita besar dan loyalitas mahatinggi yang dimiliki oleh seorang kakak kelas kita, Susan Agustin, yang setiap saat selalu mencekoki kita semua untuk ikut simposium nasional di UGM, akhirnya kita pun terpedaya oleh semua rayuannya. Cus.. berangkatlah kita dengan persiapan cukup matang, dengan berbekal seorang filsuf yang dengan sengaja dibawa untuk menyerang acara itu, kitapun melangkah maju.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar